Wednesday, February 27, 2019

COLIBRI KECIL "PARSY"


Suatu sore angin berhembus begitu kencang, dan menguraikan setiap daun kering yang masih menempel di setiap pepohonan, membuat bias dedaunan yg berguguran begitu nampak terpantul di sungai yang masih terpapar sinar matahari tempat saya akan mandi sore itu.

Langkah saya kemudian terhenti ketika melihat seekor burung yang nampak lemas untuk kembali terbang, entah apa yang menyebabkannya, yang pastinya burung kecil Malang itu tidak mampu untuk mengepakkan sayapnya dengan kuat hingga ke titik terbang dengan momentun sempurna. Ia coba terbang gagal lagi dan lagi, jatuh terhempas sana-sini setiap kali ia mencoba.

Di hari ketiga pasca perawatan yang di lakukan saya dan adik nampak kemajuan pada burung kecil yang saya temukan kelelahan dan bawa pulang beberapa hari yang lalu, nampak ia bisa terbang kembali di sangkarnya yang luas untuk seukurannya. Esok sudah saatnya untuk kembali melepaskannya ke alam tempat keberadaannya yang lebih tepat "pikirku" .

Selasa 26 Februari 2019 tepatnya hari ke-empat Pasca perawatan, saya bangun pagi-pagi untuk melepaskan burung kecil yang kami sebut burung "Teset" (nama lokal) atau burung Colibri dalam bahasa Indonesianya. Layaknya Ritual anak-anak Milenial pada umumnya saya mengabadikan moment Release burung kecil tersebut dalam sebuah video. " Selamat kembali ke alam bebas kawan". Kemudian saya lemparkan ia ke atas. Saat itulah kejadian yang mengejutkan terjadi. Sesuatu yang sangat di luar dugaan, burung kecil tersebut mencengkram kuat jari tengah saya seakan akan tidak mau melepaskan meski saya sudah mengambungnya sebanyak tiga kali.

Dan yang paling mengejutkan adalah ketika saya menghentikan proses pengambilan videonya dan meletakkan hp di kursi, burung kecil itu saya lepaskan secara setengah paksa, hingga ia terlepas dan terbang bebas sekitar 10 meter dan kembali lagi ke saya lalu hinggap pundak kiri saya, dengan gerak-gerik yang mengisyaratkan sebuah ketakutan. Batin saya bergejolak dengan ribuan ekspektasi dan hipotesis...





No comments:

Post a Comment

PALING GANTENG _Perspektif Didiq_

Mungkin kisah ini hanya sebuah narasi klasik dari kehidupan nyata sehari2 yg bisa terjadi di manapun dan kapanpun, yang mungkin terliha...